Berbagi Pengalaman dari Negeri Tirai Bambu

Oleh Bapak Itok Dwi Budiarto, M.Pd

Foto Saat menerima Sertifikat Indonesia Teacher Training Program dari Miss Ye Chen, Mandarin House Beijing

 Bersama dengan 42 rekan guru lainnya dari seluruh Indonesia, saya memperoleh kesempatan untuk mengikuti Program Short Course ke Beijing China pada tanggal 16-24 April 2017. Program ini difasilitasi oleh Kemendikbud RI dan Mandarin House Beijing sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada seluruh guru berprestasi pada jenjang pendidikan menengah tahun 2015-2016.

 

Musim semi dengan udara yang sejuk membuat saya dan rekan-rekan tetap merasa nyaman berada di salah satu negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia ini. Salah satu agenda utama dari program ini adalah kunjungan ke sekolah menengah terbaik di Beijing yaitu Yanqing No. 1 High School dan Yanqing No. 1 Vocational School. Hal ini bertujuan agar kami dapat melihat secara langsung bagaimana pendidikan yang diterapkan disana. Beberapa hal yang dapat saya catat adalah secara umum pendidikan di China berpusat pada kemampuan nalar siswa. Waktu belajar lebih lama dengan alokasi waktu sekitar 9 jam setiap hari selama 5 hari dalam sepekan. Sistem kelulusan yang sangat ketat di setiap jenjang berdampak pada iklim belajar yang juga sangat kompetitif di bawah tekanan yang luar biasa. Peserta didik sudah terbiasa dengan padatnya tugas rumah setiap hari. Kedisiplinan untuk belajar guna menjadi lebih baik dari orang lain telah tertanam sejak mereka masih kecil.

 

Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, setiap hari pembelajaran dimulai dengan kegiatan Morning Reading atau di Indonesia disebut sebagai Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dilakukan selama 30 menit. Sebelum pembelajaran berakhir, peserta didik melakukan aktifitas fisik / jasmani / olahraga selama 30 menit. Satu hal menarik yang saya temui adalah adanya pembatasan dalam penggunaan HP ketika proses pembelajaran berlangsung. Ketika masuk kelas, peserta didik langsung meletakkan HPnya di atas loker mereka masing-masing dengan diberi label nama mereka. Jika ingin menggunakan maka harus seizin guru yang mengajar. Hal ini dilakukan agar peserta didik bisa lebih fokus dalam belajar.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *