JANGAN BIARKAN AKU BERJALAN SENDIRI

JANGAN BIARKAN AKU
BERJALAN SENDIRI
H. Saiful Hadi,M.Pd.
Koordinator BK S MA 2 Kediri
(Edisi 1)

Salah satu faktor penentu tingkat keberhasilanlembaga pendidikan Sekolah MenengahAtas (SMA) dapat dilihat dari seberapa banyak jumlah siswa dari lembaga sekolah tersebut yang diterima masuk PTN khususnya lewat jalur SNMPTN (Non Tes). Untuk keperluan ini PTN dalam menerima calon Mahasiswa bara selalu mempertimbangkan Indeks Prestasi Sekolah.
Diterima masuk PTN khususnya jalur Non Tes merupakan dambaan semua siswa lulusan SLTA (SMA). Keinginan tersebut bukannya tanpa alasan karena sistem penerimaan jalur ini dilihat dari segi administrasi relatif mudah, murah dengan quota penerimaan antara 50% sampai 60% dari keseluruhan jumlah penerimaan di masing-masingPTN.
Dilihat dari segi pertimbangan lain misalnya rekam jejak prestasi siswa, pilihan jurusan, daya saing, daya tampung, memang agak rumit, mengingat hampir semua PTN mempunyai pra syarat yang berbeda – beda daiam merekrut calon mahasiswa hal ini dapal dilihat dari Web SNMPTN. ‘”Prinsip seleksi ditetapkan oleh masing – masing PTN secara obyektif, adil, dan akuntabeP’sehingga daya tampung tidak harus dipenuhi.
Adanya perbedaan dalam sistem perekrutan calon mahasiswa yang diberlakukan oleh masing – masing PTN membuat calon mahasiswa menj adi bingung dan berdampak pada banyaknya siswa yang gagal menembus masuk PTN jalur SNMPTN.
Untuk mengatasi masalah tersebut diatas diperlukan adanya jalinan hubungan yang sinergi antara lembaga pendidikan lanjutan tingkat atas dengari perguruan tinggi. Sayangnya hubungan tersebut belum tampak.ini dapat dilihat dari belum adanya ketei bukaan dari pihak perguruan tinggi dalam memberikan prasyarat pada sistem penerimaan calon mahasiswa baru jalur SNMPTN. Karena adanya ketidaktahuan calon mahasiswa banyak calon mahasiswa yang mempunyai nilai tinggi tetapi tidak bisa diterima masuk jalur ini. Kasus ini terjadi pada hampir semua sekolah.
Untuk memecahkan permasalahan kesulitan siswa dalam memilih /masuk PTN jalur SNMPTN sangat diperlukan keterlibatan pihak sekolah khususnya peranan guru BK.Yang menjadi kata kunci adalah Guru BK berkewajiban memberikan layanan informasi tentang studi lanjut kepada siswa kelas XII.
Kasus tersebut di atas juga menimpa sekolah kami SMA Negeri 2 Kediri. Pada tahun 2012 siswa – siswa SMAN 2 Kediri yang diterima masuk PTN jalur SNMPTN sangat sedikit . Pac ahal input siswa yang masuk SMAN 2 Kediri sangat tinggi. Kami guru BK mencoba untuk memecahkan / membantu mencari strategi agar anak, – anak didik kami banyak yang diterima masuk PTN jalur SNMPTN.
Sebagai peneliti, kami Guru BK Kelas XII mencoba menyusun strategi /terobosan untuk memecahkan permasalahan tesrebut diatas dengan menggunakan langkah – langkah sebagai berikut:

Tahap Pelaksanaan Tindak Siklus I
Sebelum kegiatan layanan dilaksanakan peneliti Guru BK memberikan informasi pada siswa kelas XII mengenai beberapa prasyarat bahan pertimbangan yang digunakan oleh pihak Perguruan Tinggi dalam menyeleksi Calon Mahasiswa jalur SNMPTN. Adapun bahan pertimbangan tersebut meliputi :
1. Rekam Jejak Prestasi Siswa yang meliputi :
a) Kesesuaian Mapel dengan program studi yang diambil di Perguruan Tinggi
b) Persaingan dalam pengambilan jurusandengan tersedianya quota yang ada
c) Cara menentukan pilihan (1,2,3)
d) Konsistensi nilai semester 1 sampai 5 jika dibandingkan dengan siswa yang mengambil pada jurusan yang sama
e) Piagam yang dimiliki siswa maksimal 3 (OSN, Ketua Umum OSIS, Olah Raga Seni Minimal Tingkat Kota/Kabupaten Juara 1, 2, 3)

2. Rekam Jejak Sekolah
a) Akreditasi Sekolah (A atau B)
b) IP Alumni khususnya yang d’terima pada jalur yang sama (SNMPTN) di PTN
c) Perbandingan antara jumlah siswa yang diterima dengan jumlah siswa yang mendaftar
d) Asal sekolah (kurang, sedang, maju)
e) Jumlah calon jnahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang setelah diterima pada jalur SNMPTN

3. Asal Wilayah (Propinsi)
Tahap Pelaksanaan Siklus II
1. Peneliti / Guru BK membagikan data isian Rekam Jejak Prestasi Akademik siswa mulai Semester 1 sampai 5 secara lengkap untuk digunakan acuan konsultasi siswa dalam memilih jurusan di PTNjalur SNMPTN.
2. Membagikan angket tahap satu tentang pilihan siswa dalam mengambil jurusan di PTN secara bebas dengan memilih 2 PTN dengan 3 Jurusan. Dari hasil pilihan angket tersebut di atas hasilnya dapat disimpulkan bahwa secara umum masih banyak siswa yang memilih jurusan dengan grade tinggi yang tidak sesuai dengan Rekam Jejak Prestasi Siswa yang tertulis di raport.Untuk memecahkan permasalahan yang dialami siswa tersebut keberadaan Guru BK sangat diperlukan, terutama untuk mengarahkan bagaimana sebaiknya memilih program jurusan yang benar.

Untuk menyempurnakan pilihan jurusan pada angket pertama, penulis menyebarkan angket kedua dengan harapan agar dalam memilih jurusan di PTN benar-benar mempertimbangkan nilai yang dimiliki / yang terekam dalam raport, mulai dari semester 1 sampai dengan 5, khususnya nilai mata pelajaran yang ada hubungannya dengan program jurusan yang diamlil di PTN. Misalnya siswa mengambil jurusan Teknik Sipil, maka nilai kesesuaian yang harus diperhatikan adalah nilai Matematika dan Fisika. Untuk memilih program jurusan pada angket kedua, hanya dibatasi maksimal dua pilihan jurusan dengan pertimbangan Kepada siswa diberikan 2 pilihan jurusan meskipun kenyataannya PTN lebih memprioritaskan penerimaan calon Mahasiswa baru berdasarkan pilihan pertama.
Dari hasil angket kedua peneliti menganalisis hasil kemudian memasukkan dalam tabel yang isinya tentang pengelompokan jurusan yang diambil siswa dengan disertai nilai raport semester 1 sampai 5 khususnya mata pelajaran yang ada hubungannya dengan jurusan yang diambil di PTN untuk kemudian dipaparkan di papan informasi BK secara terbuka dengan maksud agar semua siswa kelas XII mengetahui siapa yang mengambil jurusan yang sama dengan dia. Misalnya siswa yang mengambil jurusan Teknik Kimia di ITS ada 11 siswa, sedangkan quota yang diterima dari SMAN 2 Kediri setiap tahun kisaran 4-5 orang dengan memerhatikan tabel tersebut di atas. siswa yang merasa nilainya berada di posisi ke 6 sampai 11 akan mengetahui bahwa siswa tersebut berada pada posisi yang tidak aman. Solusinya siswa dapat memilih ke PTN yang lain atau tetap pada jurusan yang sama. Itu hak siswa yang penting pihak sekolah sudah memberikan penjelasan secara terbuka.
Setelah strategi ini dilaksanakan hasilnya berdampak positif pada hasil penerimaan calon Mahasiswa melalui j alur SNMPTN, Ini dibuktikan dari pengumuman hasil seleksi masuk PTN Jalur SNMPTN yang menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Yaitu yang tadinya sekolah kami SM A Negeri 2 Kediri yang diterima di jalur SNMPTN beijumlah ± 26 siswa, tahun berikutnya setelah strategi ini dilaksanakan naik menjadi 123 siswa dengan rincian sebagai berikut: UI = 4 siswa, ITB= 17 siswa, UNPAD= 3 siswa, IPB= 4 siswa, UNEJ = 4 siswa, UNDIP= 1 siswa, UNS= 4 siswa, ITS= 33 siswa, UNAIR= 17 siswa, UB= 10 siswa, UM= 2 siswa. Rata-rata hampir semua siswa yang diterima memilih jurusan Grade atas Contoh misalnya FKU UNAIR= 5 siswa.ITB (STEI,FTTM,FTI,FTMD,FTSL) dst.
Penerapan strategi ini dapat memproses dari inputyang tinggi menjadi outputyang maksimal.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *