Kurikulum Pembelajaran

Sistem Penyelenggaraan

Pendidikan di SMAN 2 Kediri diselenggarakan dalam bentuk kelompok belajar dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS).

Bentuk Program Sistem Kredit Semester

Sistem Kredit Semester merupakan perwujudan dari amanat Pasal 12 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal tersebut mengamanatkan bahwa “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak, antara lain: (b) mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; dan (f) menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan”.

Sistem Kredit Semester (SKS) adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang peserta didiknya menentukan jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan/kecepatan belajar. Melalui penerapan SKS dimungkinkan peserta didik dapat menyelesaikan program pendidikan lebih cepat sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya. Beban belajar pada SKS di SMA dinyatakan dengan jam pelajaran (JP) dengan beban keseluruhan pada tingkat SMA minimal 272 JP. Beban belajar 1 JP secara umum terdiri atas 45 menit kegiatan tatap muka dan minimal 60% (sekitar 27 menit) untuk kegiatan penguasan terstruktur dan tugas mandiri tidak terstruktur. Secara khusus kegiatan satu jam pelajaran tatap muka dalam beban belajar bagi peserta didik yang memiliki kecepatan belajar diatas rata-rata, durasi satu jam pelajaran dapat dilaksanakan selama 30 menit (Permendikbud 158 Tahun 2014 Pasal 9).

Dengan Penyelenggaraan SKS Diharapkan :

  1. Peserta didik dapat terlayani sesuai dengan keragaman bakat, minat, dan kemampuannya.
  2. Kemandirian peserta didik terkondisi dengan adanya pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) setiap semester pada saat memilih beban belajar dan mata pelajaran.
  3. Dapat menyusun strategi lebih efektif dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) di semester 6, yaitu dengan cara menyelesaikan semua beban belajar dan mata pelajaran di semester 5. Dengan demikian Ujian Sekolah (US) sudah terlaksana sampai awal semester 6. Sedangkan di semester dapat difokuskan pada kegiatan Try Out persiapan UN dan seleksi perguruan tinggi.
  4. Ujian Sekolah dapat dilakukan tiap semester untuk mengurangi beban yang selama ini terpusat di semester 6.
  5. Hubungan antara peserta didik dengan pembimbing akademik (PA) lebih kuat sejak awal tahun pertama sampai dengan selesai masa studinya.
  6. Tidak ada kenaikan kelas. Kelulusan mata pelajaran dilakukan di akhir semester.
  7. Dapat melayani peserta didik tertentu sesuai dengan kecepatan belajarnya dengan tetap memungkinkan hasil belajar tinggi meskipun masa studinya lebih lama. Keunggulan ini memungkinkan peserta didik yang selesai 8 semeter (empat tahun) tetap dapat mengikuti seleksi perguruan tinggi jalur SNMPTN (Undangan).
  8. Motivasi belajar peserta didik lebih tinggi karena hak memilih beban belajar dan mata pelajaran tiap semester.

Secara umum struktur kurikulum dan beban belajar SKS mengacu pada Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014, terdiri dari mata pelajaran kelompok A dan B (wajib) dan kelompok C (peminatan). Beban belajar untuk tingkat SMA berjumlah 272 jam pelajaran (JP) yang dapat ditempuh secara bervariasi. SMAN 2 Kediri sebagai penyelenggara SKS telah menyusun struktur kurikulum dan beban belajar tiap semeseter secara bervariasi dengan pola kontinu. Pada pola pembelajaran kontinu setiap mata pelajaran selalu muncul di tiap semester. Dalam hal ini pemilihan beban belajar berlaku ketika peserta didik memilih tambahan jam pelajaran (beban belajar) pada beberapa atau semua mata pelajaran sesuai dengan kemampuan dan pilihannya. Penambahan jam pelajaran berimplikasi pada tambahan unit pembelajaran (konten) dan kegiatan yang diperlukan.

Pada layanan kelompok pola kontinu, SMAN 2 Kediri menyusun variasi pembelajaran sesuai dengan kecepatan belajar peserta didik. Struktur kurikulum disusun beragam, terdiri atas : 6 semester, 5 semester, dan/atau 4 semester.

Dan dalam perkembangannya penyelenggaraan SKS di SMAN 2 Kediri akan disesuaikan dengan dinamika regulasi yang ada disesuaikan pula dengan hasil analisis konteks.

Strategi Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan pendekatan ilmiah (scientific), dengan menerapkan berbagai model pembelajaran yang berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning), pemecahan masalah (project based learning) dan model-model pembelajaran lainnya sesuai kompetensi yang ingin dicapai sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi dengan prinsip :

  1. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu.
  2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar.
  3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah.
  4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi.
  5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu.
  6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi.
  7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif.
  8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills).
  9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.
  10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani).
  11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat.
  12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas.
  13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
  14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

Penilaian dan Kelulusan

Penilaian mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap dan dilaksanakan melalui proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup : penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian nasional, dan ujian sekolah. Pendekatan penilaian yang digunakan adalah Penilaian Acuan Kriteria (PAK). PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Peserta didik dinyatakan lulus setelah : menyelesaikan seluruh program pembelajaran; memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran; lulus ujian US/M/PK; dan lulus UN.