Prestasi Biasa di kelas, gagal SNMPTN, namun Berhasil Raih 4 Beasiswa Bergengsi selama Kuliah

Foto: Ahmad Faizal Amin Alumni Smada Kediri Peraih 4 Beasiswa selama Kuliah di UGM

From Nothing to Something, itulah gambaran dari salah satu alumni SMAN 2 Kediri, Ahmad Faizal Amin. Berasal dari latar belakang keluarga biasa, dirinya berhasil meraih prestasi semasa bersekolah di SMAN 2 Kediri dan berkuliah di jurusan Teknik Geologi UGM.
Tidak seperti gambaran banyak orang bahwa prestasi hanya dapat diraih oleh mereka yang pintar, Amin justru membuktikan bahwa kepintaran bukanlah segalanya. Selama bersekolah di SMAN 2 Kediri, prestasi terbaiknya adalah duduk di peringkat 15 kelas, bahkan sempat berada pada peringkat 27 dari 32 siswa di kelas. Bahkan, Amin sempat nyaris ditolak saat mendaftar seleksi masuk SMAN 2 Kediri. Namun demikian, passion yang kuat di bidang ilmu Geosains telah mengantarkannya meraih berbagai prestasi di berbagai tingkat, salah satunya adalah meraih Medali Emas dan Penghargaan Peserta Terbaik bidang Geologi pada Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian 2011 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Meski memiliki prestasi yang baik di tingkat nasional, nyatanya perjalanannya dalam melanjutkan kuliah di bidang yang diharapkan tak serta merta memperoleh kemudahan. Amin sempat ditolak masuk jurusan Teknik Geologi melalui jalur SNMPTN dan ujian tulis sehingga harus mundur kuliah satu tahun untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi dan mengambil jurusan yang diinginkan setahun pasca lulus SMA.

Kegagalan demi kegagalan yang sempat mendera menjadi pelecut semangatnya untuk belajar sungguh-sungguh dan menorehkan berbagai prestasi semasa kuliah, di antaranya menjadi Finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2015, Juara I International Geomapping Competition 2016, Juara I Geoquiz Competition 2017 di Malaysia, Juara I PetroEarth Competition – SPE Malaysia Student Chapter Oil&Gas Convention 2017, dan Juara I Student Research Poster Competition, Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia 2017.

Prestasi-prestasi ini kemudian menjadi pendukung Amin dalam meraih berbagai Beasiswa selama menempuh pendidikan di bangku kuliah, di antaranya: Beasiswa Bidikmisi 2013 dari Kementerian Pendidikan, Riset, dan Perguruan Tinggi, beasiswa Total Undergraduate Scholarship 2015 dari Total E&P Indonesie, beasiswa JASSO Scholarship 2016 dari Jepang, dan beasiswa tugas akhir L Austin Weeks Scholarship 2017 dari American Association of Petroleum Geologist Foundation.

“Alhamdulillah, selama bersekolah di Smada banyak sekali hal luar biasa yang saya peroleh. Bertemu dan berkumpul dengan orang-orang hebat telah memotivasi diri untuk terus belajar agar menjadi hebat seperti mereka. Ditambah lagi dedikasi beberapa guru yang telah saya anggap seperti orang tua sendiri telah memberi energi positif untuk terus belajar dan memberi semangat dalam meraih prestasi. Selain itu, atmosfer sekolah yang kondusif baik secara akademik maupun non-akademik telah mengasah mental dan pola pikir menjadi lebih matang,” ungkap Amin ketika ditanya kesannya mengenai masa sekolah di Smada Kediri.

“Saya sangat berterima kasih kepada orang tua, sahabat, guru, dan semua pihak yang selama ini telah mendukung dan memberi semangat dalam belajar. Terlebih kepada orang tua yang dari pagi buta telah berangkat ke pasar untuk bekerja guna membiayai pendidikan hingga selesai studi saat ini. Untuk adik-adik yang saat ini belajar, jangan pernah menyerah dan putus asa ketika mengalami kegagalan di satu bidang karena masih banyak kesempatan meraih keberhasilan di bidang lain. Yang paling penting, luruskan niat belajar adalah untuk ibadah, bukan sekadar untuk mencari kerja atau sebagai sarana adu gengsi. Dengan demikian ketika kita gagal akan tetap mendapat pahala sabar, sementara ketika berhasil dan berprestasi, Insya Allah akan mendapat pahala dakwah.” imbuhnya.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *