Mewujudkan Impian Mencintai Indonesia dari Negeri Ginseng

Delegasi South Korea Global Exchange Program 2018

Pergi ke luar negeri adalah salah satu impian saya sejak kecil. Dimulai dari impian-impian itu saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Kediri. Hal ini dikarenakan SMAN 2 Kediri adalah sekolah terbaik di kota ini. Saat duduk di bangku kelas 2 saya mendapat informasi tentang South Korea Global Exchange Program 2018 yang akan diadakan di Seoul, Korea Selatan pada tanggal 9-14 February 2018. Berbekal keyakinan untuk mewujudkan impian saya, saya memberanikan diri untuk mengikuti proses seleksinya. Proses seleksi program dari Studec International ini terbagi menjadi 2, yaitu esai kepribadian dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Dari kedua tes ini, akhirnya terpilih 17 orang delegasi yang akan berangkat ke Korea Selatan. Akhirnya setelah menunggu beberapa hari, saya mendapatkan email dari Studec International yang berisi LOA, Proposal kegiatan,  Indemnity Form, dan persyaratan berkas visa Korea Selatan.

Korea Selatan membuka inspirasi saya setelah tiba di Incheon International Airport. Orang korea adalah orang yang sangat disiplin waktu, hal ini saya ketahui karena mereka terlihat berjalan sangat cepat. Awalnya saya mengira mereka sedang terburu-buru, tetapi ternyata itulah salah satu bentuk sikap disiplin mereka untuk menghargai waktu dan menghormati orang yang menunggu mereka di pintu penjemputan.  Kedatangan kami disambut oleh orang-orang berjaket tebal dengan suhu dibawah nol derajat celcius karena saat itu adalah musim dingin. Selain itu, jalanan dikorea memang padat tetapi teratur. Saat disana saya tidak menemui orang yang melanggar lalu lintas.

Making Kimchi in Korean House

Tujuan dari program ini adalah Student Networking with Konkuk Student Ambassador, Nami Island and Winter Sonata Excursion, Heritage Exposure, University Orientation, Korean Language Intensive Program  dan Cultural Exchange in Korean House. Saya belajar bahasa korea di Konkuk Language Institute yang merupakan salah satu sekolah bahasa di Korea Selatan yang berada di Konkuk University.  Saya juga mengikuti kelas membuat rumput laut olahan dan kimchi (makanan khas Korea Selatan yang terbuat dari sawi), memakai hanbok atau pakaian tradisional Korea Selatan dan megunjungi tempat-tempat bersejarah di Korea Selatan seperti, Gyeongbook Palace, National Folk Museum, Namsan Seoul N Tower, dll. Selain itu saya juga diberi kesempatan untuk melihat kemajuan teknologi di Samsung d’light dan menimkati winter di Nami Island.

Sertifikat dari Studec International

Setelah belajar di Konkuk University saya mendapatkan serifikat dan recommendation letter untuk bisa melanjutkan pendidikan disana tanpa tes. Namun, harus melampirkan score TOEFL minimal 550. Hal ini dikarenakan seluruh kegiatan pembelajaran di Korea Selatan dilakukan dengan menggunakan bahasa korea secara menyeluruh. Kebanyakan orang korea tidak bisa berbahasa inggris, padahal itu adalah bahasa Internasional. Saat saya pergi ke Myeongdong Market, penjual di pasar ternyata lebih bisa berbahasa inggris daripada penjual di supermarket. Orang Indonesia sendiri dikenal sebagai orang yang ramah disana. Walau orang korea sendiri adalah pribadi yang ramah menurut saya.  Karena saat saya berjalan keluar dari subway ada seorang yang sangat baik dan ramah membawakan koper saya dan menunjukkan exit mana yang menuju tempat tujuan saya. Hal ini membuat saya bangga menjadi orang Indonesia dan menambah kecintaan saya terhadap tanah air Indonesia.

Dari pengalaman ini, saya menarik kesimpulan untuk berani bermimpi dan berani memiliki impian! Walau pikiran sadar kita menampik kemungkinan-kemungkinan itu, tetap beranilah menetapkan tujuan. Karena nyatanya, ketika kita berani memutuskan untuk menggapai impian kita, alam bawah sadar kita justru bekerja membantuk kemungkinan-kemungkinan impian tersebut menjadi kenyataan. Dengan dan lewat cara yang tidak kita duga sebelumnya. Yakinlah suatu saat nanti kita bisa merealisasikan semua impain-impian kita. Ketika ada kesempatan walaupun sekecil apapun kesempatan untuk merealisasikan mimpi itu maka ambillah kesempatan itu. Kadang kita hanya diberi pilihan untuk mengambil kesempatan itu atau melewatkannya bersama waktu. Karena waktu memberi kita banyak pilihan. Untuk tetap diam atau terus berjalan. Terkadang hidup memang butuh dijatuhkan, dipatahkan, dan dihancurkan. Kelak kita akan belajar dari kehancuran dan berusaha tabah dari segala ujian. Saya bangga dapat mengikuti program ini sebagai satu-satunya delegasi SMA dari SMAN Negeri 2 Kediri dan sebagai delegasi termuda dalam South Korea Global Exchange Program 2018. Serta bangga bisa mewujudkan impian mencintai Indonesia dari Negeri Ginseng.

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *